New Normal, Omzet Pedagang Pasar Badung Masih Turun 70 Persen

New Normal, Omzet Pedagang Pasar Badung Masih Turun 70 Persen

New Normal, Omzet Pedagang Pasar Badung Masih Turun 70 Persen

Omzet Pedagang Pasar Badung Masih Turun 70 Persen – Kebijakan new normal yang di berlakukan pemerintah rupanya belum mampu mengerek omzet para pedagang di pasar tradisional. Masalah ini sudah turun sejak musim pandemi Covid-19.

Direktur Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar AA Ngurah Yuliartha, saat ditemui, Senin. Mengatakan, tidak hanya pasar-pasar besar yang selama ini pangsa pasarnya lebih kepada sektor pariwisata, pasar-pasar tradisional kecil lainnya, masih belum mampu menunjukkan pergerakan naik terhadap transaksi yang terjadi setiap harinya. “Sampai saat ini omzet pedagang masih turun hingga 70 persen dari waktu normal sebelum pandemi,” jelasnya.

Penurunan omzet pedagang, menurut Yuliartha merupakan imbas dair belum adanya pergerakan di sektor industri pariwisata. Hal ini karena pedagang di pasar tradisional terutama pasar besar di Kota Denpasar sangat bergantung dengan sektor pariwisata. Selama ini pangsa pasar para pedagang tersebut lebih kepada suplier hotel dan restoran.

Karena jika mengandalkan pasar masyarakat lokal saja, hal itu diakuinya tidak akan membawa dampak yang signifikan. Karena daya beli masyarakat yang lemah. Apalagi di masa pandemi ini masyarakat diakui Yuliartha memilih untuk membeli membeli kebutuhan rumah tangga dengan cara belanja online.

Yuliartha juga mengatakan, sama seperti halnya pada pasar-pasar besar, pasar kecil yang berada di bawah naungan Perumda juga mengalami penurunan omzet yang sangat tajam. “Terlebih di masa pandemi ini, masyarakat enggan untuk ke pasar. Mereka lebih mengandalkan pedagang keliling dengan produk yang lengkap dan harga tidak jauh beda dengan harga pasar. Hal ini membuat tingkat kunjungan ke pasar juga sepi,” ungkapnya.

Terkait menurunnya aktivitas transaksi di pasar tradisional, Made Rusmini salah seorang pedagang di pasar Badung mengakui jika sampai saat ini omset jualannya belum mengalami peningkatan. “Untuk omzet, sampai saat ini belum normal, hal ini bisa dilihat dari dapatnya jualan sangat sedikit, pada saat ini maksimal omzet sebesar Rp 2 juta, sebelum pandemi, omzet bis mencapai di atas Rp 10 juta,” terangnya.

Karena omzet menurun, Rusmini mengaku pihaknya tidak berani membawa barang dagangan dengan jumlah yang banyak. Karena pembeli yang datang juga tidak banyak dan jumlah barang yang dibeli juga tidak banyak.

 

Comments are closed.